Bandar Lampung: Dunia pesantren selalu dinilai dengan ketertinggalan dan tidak mengikuti perkembangan zaman oleh sebagian masyarakat. Dunia pesantren hanya pandai ngaji dan belajar kitab saja namun tidak bisa hal yang lain, dalam masalah ekonomi lemah dasn selalu tertinggal.
Oleh karena itu untuk menjawab pandangan masyarakat tersebut dan sebagai upaya pengembangan kemandirian serta kemandirian dunia pesantren, Rabithah Ma`ahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Lampung akan menggelar “halaqoh dan sarasehan alim ulama pengasuh pondok pesantren Se Provinsi Lampung” yang akan dilaksanakan pada tanggal 22-24 desember 2014, bertempat di Islamic Center Raja Basa Bandar Lampung.
Menurut ketua RMI Lampung MH.Haris Arrif`an, rencanaya dalam acara tersebut akan menghadirkan beberapa nara sumber diantarnya ketua RMI Pusat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag), dan Dinas Sosial (Dinsos), serta akan dibuka langsung oleh gubernur Lampung.
“kami ingin melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kemandirian dunia pesantren baik dari segi ekonomi maupun SDM nya, bukan hanya kiai tapi juga santri santrinya, sehingga nantinya para santri akan dapat mandiri dan berkembang setelah selesai dari pondok pesantren,” ujarnya.
(sunarto)

Tidak ada komentar: