Header ads

» » KE-IPNU & IPPNU-AN

KE-IPNU & IPPNU-AN
Oleh : IMAM MASUDI LATIF *)
A. Pendahuluan
            IPNU-IPPNU sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama yang merupakan wadah kaderisasi pelajar NU sekaligus menjadi ujung tombak bagi perjuangan NU (dulu, sekarang dan pada masa akan datang). IPNU-IPPNU dituntut untuk senatiasa meningkatkan dan mengembangkan peran dan fungsinya sebagai pelaksana kebijakan dan program NU, yang berkaitan dengan kelompok masyarakat, pelajar, santri, mahasiswa sebagai basis keanggotaan IPNU-IPPNU.
Realitas perjalanan IPNU-IPPNU sejak kelahirannya sangat dipengaruhi oleh kondisi dan situasi bangsa dalam aspek kehidupan, maka untuk rekan dan rekanita sebagai kader mudanya NU dan generasi bangsa/negara dan agama harus sesadar-sadarnya akan tugas dan tanggung jawab bersama.
B. Latar Belakang Berdirinya IPNU-IPPNU
ü Faktor Ideologis, mayoritas penduduk Indonesia beragama islam yang berhaluan ahlussunnah wal jama’ah, maka perlu pelestarian dan pengamalan yang mutlak
ü Faktor Pedagogis, banyaknya organ organisasi yang bermunculan di daerah yang pada hakikatnya mempunyai visi, misi, program serta orientasinya yang sama dilingkungan Nahdlatul Ulama, sehingga perlu dipersatukan.
ü Faktor Sosiologis, karena adanya tujuan serta rasa kesadaran dan keihlasan akan pentingya suatu wadah pembinaan bagi generasi penerus untuk memperjuangkan cita-cita ulama dan bangsa Indonesia.
ü Faktor Politis, yaitu Nahdlatul Ulama sebagai partai politik, sehingga untuk memenangkan PEMILU pada tahun 1955 maka perlu wadah disemua tingkatan.
Dari keempat latar belakang tersebut, maka pada momen konferensi besar LP. Ma’arif NU atau tepatnya pada tanggal 20 Jumadil Akhir 1373 H./24 Februari 1954 M. di Semarang (Jawa Tengah) berdirilah IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) yang dirintis oleh Tholhah mansur, Abdul Ghoni Farida, M. Sufyan Kholil dan Mustahal Ahmad.
Kemudian selang satu tahun berikutnya berdirilah IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) pada tanggal 03 Maret 1955 di Solo yang dirintis oleh Umroh Tholhah Mansur, Zanifah dan Mahmudah.
Sejak berdirinya sampai tahun 1966, IPNU-IPPNU menjadi bagian dari LP. Ma’arif NU, tetapi setelah adanya kongres IPNU VI dan IPPNU V tahun 1966 di Surabaya diputuskan menjadi Badan Otonom Nahdlatul Ulama dan sekaligus secara resmi memindahkan pusat organisasi dari Yogyakarta ke Ibukota Negara di Jakarta.
D. Peraturan Dasar (PD) & Peraturan Rumah Tangga (PRT) IPNU-IPPNU
Secara garis besar dapat digambarkan tentang PD/PRT IPNU-IPPNU sebagai berikut :
a.       Azas, dalam kehidupan berbagsa dan bernegara IPNU-IPPNU berpedoman pada ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh khidmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indoensia.
b.      Aqidah, IPNU-IPPNU beraqidah islam menurut faham ahlussunnah wal jama’ah dengan mengikuti salah satu madzhab 4 (Hanafi, Maliki, Syaf’I, Hambali).
c.       Sifat, IPNU-IPPNU adalah organisasi yang bersifat keterpelajaran, keilmuan, kemasyarakatan, dan sosial keagamaan.
d.      Fungsi, IPNU-IPPNU berfungsi :
1. Wadah berhimpun pelajar dan santri NU untuk melanjutkan semangat, jiwa dan nilai-nilai Nahdliyah.
2. Wadah komunikasi pelajar dan santri NU untuk menggalang ukhuwah islamiyah dan nahdliyah.
3. Wadah aktualisasi pelajar dan santri NU dalam pelaksanaan dan pengembangan syariat islam.
4. Wadah kaderisasi pelajar dan santri NU untuk memepersiapkan kader bangsa.
                                                      *) Ketua PC. IPNU Waykanan  2012 – 2014
Telp. 0856 6962 5252
Selamat Belajar, Berjuang & Bertaqwa

About Unknown

Hi there! I am Hung Duy and I am a true enthusiast in the areas of SEO and web design. In my personal life I spend time on photography, mountain climbing, snorkeling and dirt bike riding.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Lahirnya perkumpulan-perkumpulan pelajar di atas pada masa revolusi kemerdekaan merupakan bukti bahwa semangat berorganisasi dan berjuang di kalangan generasi muda, khususnya yang berfaham Aswaja, senantiasa menyala-nyala. ----*********---- Realitas akan keberadaan perkumpulan yang demikian banyak tersebut menunjukkan betapa tinggi antusiasme berorganisasi di kalangan remaja NU. Namun, pada masa itu keberadaan mereka masing-masing tidak saling mengenal kendati memiliki beberapa titik kesamaan, khususnya pada nilai-nilai kepelajaran dan faham Aswaja. ----*********---- IPNU bertujuan untuk menegakkan dan menyiarkan agama Islam, meninggikan dan menyempurnakan pendidikan serta ajaran-ajaran Islam, dan menghimpun seluruh potensi pelajar Islam yang berfaham Ahlussunnah wal jama’ah.